Image Recognition
Suatu hal yang luar biasa jika manusia bisa menciptakan
suatu alat atau sistem yang hampir bisa meniru manusia itu sendiri, seperti
menciptakan suatu robot yang serbaguna dan serbabisa untuk membantu pekerjaan
kita sehari-hari. Rekayasa pembuatan robot seperti ini merupakan implementasi
dari suatu bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang menarik diikuti sampai
saat ini, yaitu Kecerdasan Buatan atau Artifial Intelligence.
Kecerdasan Buatan atau AI itu sendiri merupakan kecerdasaan
ilmiah yang diciptakan manusia yang ditanamkan kedalam mesin atau sistem
(biasanya komputer) yang berguna untuk membantu kegiatan kita (manusia)
sehari-hari, kebutuhan finansial , kebutuhan hiburan ataupun untuk pengembangan
AI itu sendiri dan teknologi lainnya. Salah satu contoh implementasi dari AI
yang akan saya bahas disini adalah Image Recognition.
Image Recognition adalah proses identifikasi dan
pendeteksian sebuah objek atau fitur di dalam sebuah gambar digital atau video.
Konsep ini banyak digunakan dalam aplikasi-aplikasi seperti
sistem untuk otomatisasi pabrik, pemantauan tol, dan pengawasan keamanan.
Algoritma Image Recognition yang ada secara umum meliputi:
- Pengenalan Karakter Optik
- Pencocokan Pola dan Gradien
- Pengenalan Wajah
- Pencocokan Plat Nomer Kendaraan
- Pendeteksian Perubahan Adegan
Contoh penggunaan dari Image Recognition ini salah satunya
adalah Facial Recognition System. Facial Recognition System ini merupakan alat
dan sistem untuk mendeteksi wajah tertentu untuk dikenali dan diidentifikasi.
Cara Kerja dari sistem ini dengan cara memindai suatu gambar
atau video dan dicocokan dengan suatu 'kunci' untuk keaslian dan verifikasi.
Manfaat nya bisa diterapkan pada keamanan sesuatu yang
bersifat pribadi dan rahasia dan hanya orang tertentu yang bisa mendapat hak
akses atau izin.
Penggunaan Image Recognition saat ini juga dipakai oleh
raksasa jejaring sosial seperti Facebook. Sekarang situs ini dapat
mengidentifikasi wajah dari user yang terdapat pada suatu gambar/foto yang
diunggah user lain. Kecanggihan ini tentunya memudahkan user untuk menandai
orang (Tagging) dalam foto ataupun mengenali seseorang yang belum kita ketahui
namanya tersebut.
Dan Terakhir, AI maupun Image Recognition yang saya bahas
ini tentu tidak sempurna seperti kecerdasan dan penglihatan yang dimilki oleh
kita sebagai manusia dan tak ada yang bisa melebihi kesempurnaan ciptaan-Nya.
Namun, kita masih bisa menggunakan AI dengan semaksimal mungkin dan bisa terus
kita kembangkan untuk kedepaannya.
Autonomous Driving
Sekitar 90% kecelakaan lalu-lintas terjadi karena kesalahan
pengemudi. Artinya, tak peduli seberapa canggih pabrikan mobil membuat fitur
keselamatan, yang paling perlu dilakukan untuk menurunkan risiko celaka secara
drastis adalah menghilangkan peran pengemudi.
Dengan kata lain, seluruh pengoperasian mobil harus
diserahkan kepada mobil itu sendiri yang sudah bisa bertindak bagaikan robot.
Kita sebagai operator tinggal duduk manis sampai ke tujuan.
Tenyata mimpi membuat mobil yang bisa mengendalikan dirinya
sendiri sudah puluhan tahun lalu ada. Tapi baru akhir-akhir ini riset dan
teknologi para pabrikan berhasil mewujudkannya. Teknologi ini sendiri dinamai
autonomous car atau self driving car.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Pada prinsipnya, autonomous car menggunakan sejumlah sensor
dan prosesor untuk mendeteksi kondisi di depan serta membuat keputusan layaknya
manusia yang mengemudi.
Sensor paling utama adalah GPS untuk mengetahui posisi
persis dari mobil. Lantas ada kamera dan radar yang mengarah ke sekeliling
mobil untuk memantau keadaan sekitar layaknya mata. Gelombang infra merah serta
ultrasonik juga digunakan untuk menghitung jarak secara akurat ke kendaraan
lain.
Pada saat diaktifkan, sistem autonomous akan segera
mengambil alih seluruh pengoperasian kendaraan. Dari mulai injakan gas, rem
hingga putaran setir. Anda tinggal memberi input hendak ke mana tujuan
akhirnya. Selama perjalanan operator di dalam mobil cukup memantau dan siap
mengambil alih kembali bila ada hal yang tak diinginkan bakal terjadi. Caranya
mudah saja, tinggal menginjak rem atau memutar roda kemudi.
Saat ini sejumlah pabrikan seperti BMW, Mercedes-Benz,
Nissan serta Volvo telah memiliki mobil yang bisa mengemudi sendiri. Tapi
karena belum terlalu sempurna dan terganjal legalitas, mereka belum menjualnya
ke umum.
Diprediksi paling cepat pabrikan akan melansir mobil
otomatis di 2015. Berikut ini proyeksi ke depan yang bisa Anda harapkan dari
mobil bersistem autonomous:
2014: Volvo merencanakan kelar membuat mobil otomatis yang
bisa mencapai kecepatan 50 km/jam dan mampu bernegosiasi dengan kemacetan.
2015: Bila tak ada aral melintang, Nissan berencana menjual
mobil yang bersistem autonomous sebagian ke pasar Jepang.
2016: Tesla akan membuat mobil listrik yang bisa mengemudi
secara otomatis di 90% perjalanan.
2020: BMW, Mercedes-Benz, GM, Audi, Nissan dan Volvo akan
melansir mobil autonomous penuh di seluruh dunia. Volvo bahkan menyebut mobil
mereka akan membuat penumpang terbebas penuh dari risiko cedera apalagi
kematian.
Bagaimana di Mata Hukum?
Saat ini keberadaan mobil tanpa pengemudi di jalan raya
masih ilegal. Akan tetapi beberapa negara bagian di Amerika Serikat sudah mulai
mengantisipasinya, dan segera membuat undang-undang yang melegalkan keberadaan
mobil bersistem autonomous di jalan raya.
Salah satu syarat yang diajukan adalah pada saat mobil
berjalan secara otomatis, pengemudi asli tetap harus berada di balik kemudi dan
selalu bersiap mengambil alih saat komputer malfungsi. Dengan demikian jika
terjadi kecelakaan beban hukum akan ditanggung oleh pengemudi manusia. Lantas
operator di dalam mobil tetap harus seseorang yang memiliki SIM resmi.
Keuntungan dan Potensi Masalah
Ada segudang keuntungan apabila seluruh mobil di jalan raya
menggunakan sistem autonomous. Diprediksi para ilmuwan, perbedaan paling terasa
adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas, bahkan diharapkan bisa nihil.
Lantas kemacetan juga bisa dikurangi karena sistem otomatis
seperti ini akan memiliki aliran lalu lintas lebih baik, serta tak membutuhkan
jarak aman sejauh saat manusia mengemudi.
Dengan dieliminirnya faktor kesalahan manusia, maka di jalan
bebas hambatan pemerintah juga bisa menaikkan batas kecepatan. Artinya seluruh
orang akan sampai ke tujuan lebih cepat lagi.
Bila Anda memiliki salah satu mobil seperti ini, tak perlu
repot pula mencari parkir di pertokoan. Anda tinggal minta diturunkan dan mobil
akan mencari parkir sendiri atau berkeliling sebelum menjemput Anda kembali
ketika selesai.
Itu baru beberapa keuntungan dari segudang yang diprediksi
akan terjadi. Namun sayangnya ada beberapa potensi masalah yang mengadang. Bila
terjadi tabrakan misalnya, masih diperdebatkan kepada siapa tanggung jawab
harus dibebankan. Kepada pemilik mobilkah? Atau kepada pabrikan mobil yang
merancang sistem di kendaraan? Masalah yang kelihatannya sepele ini bisa
berbuntut panjang, apalagi bila ada korban jiwa saat kecelakaan.
Lantas, untuk membuat sistem autonomous bekerja optimal,
seluruh kendaraan di jalan raya mestilah menggunakan sistem serupa. Hal ini
membutuhkan waktu sangat lama untuk mewujudkannya.
Pengertian Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence
atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas
buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan
dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan
seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan
kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika
fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk
mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk
contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk
menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan,
suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri,
yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata.
Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan,
teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi
perangkat lunak komputer rumah dan video game.
Pengertian Game
Game adalah permainan komputer yang dibuat dengan teknik dan
metode animasi. Permainan game merupakan bidang AI yang sangat populer berupa
permainan antara manusia melawan mesin yang mempunyai intelektual untuk
berpikir. Komputer dapat bereaksi dan menjawab tindakan-tindakan yang diberikan
oleh lawan mainnya.
Salah satu komputer yang ditanamkan AI untuk game bernama
Deep Blue. Deep Blue adalah sebuah komputer catur buatan IBM pertama yang
memenangkan sebuah permainan catur melawan seorang juara dunia (Garry Kasparov)
dalam waktu standar sebuah turnamen catur. Kemenangan pertamanya (dalam
pertandingan atau babak pertama) terjadi pada 10 Februari 1996, dan merupakan
permainan yang sangat terkenal.
Kini telah banyak berkembang game AI yang semakin menarik,
interaktif, dan dengan grafis yang sangat bagus. Ditambah dengan kemajuan
teknologi jaringan komputer yang semakin cepat, sudah banyak terdapat game-game
AI yang berbasiskan online. Tidak sedikit orang yang tertarik dengan game saat
ini. Mereka memainkan game untuk mengisi kekosongan waktu mereka atau pun
melatih skill mereka dalam berpikir.
Sejarah Artificial Intelligence dalam Game
Pada tahun 1769, dataran Eropa dikejutkan dengan suatu
permainan catur yang dapat menjawab langkah-langkah permainan catur yang belum
ditentukan terlebih dahulu. Mesin ini disebut dengan Maelzel Chess Automation
dan dibuat oleh Wolfgang Von Kempelan (1734-1804) dari Hungaria. Akan tetapi
mesin ini akhirnya terbakar pada tahun 1854 di Philadelphia Amerika
Serikat.banyak orang tidak percaya akan kemampuan mesin tersebut. Dan seorang
penulis dari Amerika Serikat, Edgar Allan Poe (1809-1849) menulis sanggahan
terhadap mesin tersebut, dia dan kawan-kawannya ternyata benar, bahwa mesin
tersebut adalah tipuan, dan kenyataannya bukanlah aoutomation, tetapi merupakan
konstruksi yang sangat baik yang dikontrol oleh seorang pemain catur handal
yang bersembunyi di dalamnya.
Usaha untuk membuat konstruksi mesin permainan terus
dilanjutkan pada tahun 1914, dan mesin yang pertama kali didemonstrasikan
adalah mesin permainan catur. Penemu mesin ini adalah Leonardo Torres Y
Quevedo, direktur dari Laboratorio de Automatica di Madrid, Spanyol. Beberapa
tahun kemudian, ide permainan catur dikembangkan dan diterapkan di komputer
oleh Arthur L. Samuel dari IBM dan dikembangkan lebih lanjut oleh Claude
Shannon.
Artificial Intelligence dalam Game
Salah satu unsur yang berperan penting dalam sebuah game
adalah kecerdasan buatan. Dengan kecerdasan buatan, elemen-elemen dalam game
dapat berperilaku sealami mungkin layaknya manusia.
Game AI adalah aplikasi untuk memodelkan karakter yang
terlibat dalam permainan baik sebagai lawan, ataupun karakter pendukung yang
merupakan bagian dari permainan tetapi tidak ikut bermain (NPC = Non Playable
Character). Peranan kecerdasan buatan dalam hal interaksi pemain dengan
permainan adalah pada penggunaan interaksi yang bersifat alami yaitu yang biasa
digunakan menusia untuk berinteraksi dengan sesama manusia. Contoh media
interaksi ialah:
Penglihatan (vision)
Suara (voice), ucapan (speech)
Gerakan anggota badan ( gesture)
Untuk pembentukan Artificial Intelligence pada game ternyata
digunakan pula algoritma, yaitu jenis pohon n-ary untuk suatu struktur.
Implementasi pohon (tree) ini biasa disebut game tree. Berdasarkan game tree
inilah sebuah game disusun algoritma kecerdasan buatannya. Artificial
intellegence yang disematkan dalam sebuah game yang membentuk analisis game
tree biasanya merepresentasikan kondisi atau posisi permainan dari game sebagai
suatu node, dan merepresentasikan langkah yang mungkin dilakukan sebagai sisi
berarah yang menghubungkan node kondisi tersebut ke anak (child) sebagaimana
representasi suatu pohon (tree).
Namun, biasanya representasi langsung tersebut mempunyai
kelemahan, yaitu representasi data pohon akan menjadi sangat lebar dan banyak.
Mungkin bagi sebuah mesin komputer mampu melakukan kalkulasi sebanyak apapun
masalah, namun game tree yang lebar dan besar memberikan beberapa masalah,
antara lain konsumsi proses memori, kapasitas penyimpanan yang cukup besar dan
kinerja yang kurang pada konsol game berspesifikasi rendah. Karena itu
dibentuklah beberapa algoritma dan penyederhanaan bagi sebuah game tree.
Pada salah satu contoh game klasik, yaitu tic tac toe,
penyederhanaan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Salah satu diantaranya
adalah minimax. Metode ini berhasil diterapkan dan memberikan nilai reduksi
yang cukup signifikan. Dan tidak hanya bisa digunakan secara monoton, minimax
juga bisa digunakan untuk game-game yang lebih rumit seperti catur, tentunya
dengan algoritma dan representasi berbeda.
Minimax yang merupakan salah satu metode penerapan
(implementasi) pohon n-ary pada suatu game, menandakan bahwa implementasi
struktur (pohon khusunya) sangatlah diperlukan pada pembuatan dan penerapan
Artificial Intelligence, dan tidak menutup kemungkinan ilmu dan metode baru
yang lebih canggih akan ditemukan di masa depan.
Sumber




Tidak ada komentar:
Posting Komentar