Sabtu, 07 November 2015

Konflik dan Motivasi Organisasi

Share it Please
PENGERTIAN KONFLIK

Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua / lebih pihak. Pada hakekatnya konflik adalah pertarungan menang kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingan satu sama lain dalam organisasi. Timbulnya konflik atau pertentangan di akibatkan komunikasi dan informasi dalam organisasi tidak menemui sasarannya.
JENIS DAN SUMBER KONFLIK
JENIS-JENIS KONFLIK BERDASAR PERANAN:
                Konflik Peranan (Person Role Conflict)
                Konflik antar Peranan (Inter-role Conflict)
Timbul akibat satu orang menjabat dua atau lebih fungs yang bertentangan
                Konflik Pemenuhan harapan (Intersender Conflict)
                   Memenuhi harapan dari beberapa orang
            ♦ Konflik akibat informasi tidak sesuai (Intrasender Conflict)

JENIS KONFLIK MENURUT PIHAK YANG BERTENTANGAN:                
Konflik dalam diri sendiri
Konflik antar individu
Konflik antar individu denngan kelompok
Konflik antar kelompok dengan organisasi
Konflik antar organisasi

Sumber-sumber konflik:
a.       Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya yang terbatas)
b.      Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan
c.       Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
d.      Perbedaan nilai-nilai atau persepsi
e.      Kemandirian organisasional
f.        Gaya-gaya individual
Penyebab terjadinya konflik:
a.       Tujuan tidak sesuai dengan harapan
b.      Peralatan / alokasi sumberdaya yang tidak sesuai
c.       Masalah yang tidak jelas
d.      Perbedaan persepsi

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Strategi dasar dalam penyelesaian konflik yaitu:
a.       Kalah – kalah
b.      Menang – kalah
c.       Menang – menang
Sementara itu empat bidang struktur organisasi yang sering menimbulkan konflik yaitu:
a.       Konflik hiratkis (antar berbagi tingkatan organisasi)
b.      Konflik fungsional (antar berbagai departemen)
c.       Konflik lini-staf
d.      Konflik formal-informal

CONTOH KONFLIK ORGANISASI DAN PENYELESAIAANNYA
Kejadian kompetisi persaingan tidak sehat. Di dalam organisasi pasti ada yg namanya posisi / jabatan, semakin tinggi jabatan, maka semakin tinggi tanggung jawab, dan yang pasti semakin tinggi juga honornya / gajinya.
Lalu cara penyelesaiannya bagaimana ? Penyelesaiannya,bergantung pada pemimpin tertinggi dalam suatu organisasi tersebut. Bagaimana pemimpin tertinggi memberikan pandangan terhadap bawahannya. Biasanya jika para pemimpin menaruh paradigma pada bawahannya, “yangg bekerja paling baik adalah yg akan dipromosikan dengan jabatan yg lebih tinggi”, maka bisa terjadi persaingan tidak sehat antar karyawani. Akan tetapi jika pemimpin tertinggi memberikan paradigma pada bawahannya, “bahwa organisasi ini adalah milik kita bersama, dengan tidak membeda-bedakan atasan dengan bawahan”, maka bawahannya akan merasa memiliki, inilah yg paling penting dalam perusahaan, bahwa semua anggota merasa memiliki, sehingga tidak akan terjadi kompetisi persaingan tidak sehat dalam suatu organisasi. Sehingga yg akan tertanam di dalam pikiran bawahan adalah dia merasa seperti memiliki keluarga baru di dalam organisasi tersebut.



MOTIVASI

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 hal, yaitu:
  1. Motivasi fisiologis (merupakan motivasi alamiah)
  2. Motivasi psikologis:
ü  Motivasi kasih sayang (affectional motivation)
ü  Mempertahankan diri (ego-defensive motivation)
ü  Memperkuat diri (ego-bolstering motivation)

TEORI MOTIVASI
a.       Teori X dan teori Y oleh Mc. Gregor

McGregor menyimpulkan bahwa pandangan seorang manajer pada kodrat manusia (karyawan) didasarkan pada suatu pengelompokan pengandaian tertentu dan manajer cenderung mencetak perilakunya terhadap bawahannya menurut pengandaian itu. McGrogor berpendapat dua kodrat manusia yakni kodrat negative ditandai dengan X dan kodrat positif ditandai dengan Y.

Anggapan-anggapan yang mendasari teori X:

§  Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja, dan akan menghindarinya bila dapat.
§  Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman, dan di arahkan untuk mencapaian tujuan organisasi.
§  Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan dirinya di atas segala sesuatu.
Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y:
§  Karyawan dapat memandang kerja sama wajarnya seperti istirahat.
§  Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komitemn pada sasaran
§  Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima, bahkan mengusahakan untuk bertanggung jawab.
§  Keterikaan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
§  Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan karyawan untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.
§  Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif tersebar meluas dalam populasi dan bukan hanya milik mereka yang berada dalam posisi manajemen.

b.      Teori hirarki kebutuhan oleh Abraham Maslow

Pada dasawarsa 1950-an pada teori motivasi yang paling dikenal baik adalah teori hirarki keburuhan dari Abraham maslow. Ia mengatakan bahwa pada diri manusia ada lima jenjang kebutuhan. Maslow memisahkan lima tingkat kebutuhan tersebut menjadi kebutuhan tingkat rendah dan kebutuhan tingkat tinggi. berikut adalah gambaran dari teori kebutuhan maslow: 1) prisikologis 2) keamanan 3) social 4) penghargaan 5) aktualisasi diri.





c.       Teori motivasi berprestasi oleh Mc. Clelland

Menurut Mc. Clelland, seorang di anggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi. Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu:
1.       kebutuhan prestasi
yaitu dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar berusaha keras untuk sukses.
2.       kebutuhan afiliasi
yaitu hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab.
3.       kebutuhan kekuasaan
yaitu kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara yang orang-orang itu (tanpa dipaksa) tidak akan berperilaku demikian.

d.      Teori Motivasi dua factor oleh Federick Herzberg

Ø  Menurut Frederick Herzberg bahwa hubungan seseorang individu dengan pekerjaannya merupakan suatu hubungan dasar dan bahwa sikapnya terhadap kerja dapat sangat menentukan sukses atau gagalnya individu.
Ø  Herzberg mencari jawaban atas pertanyaan apa yang dicari orang-orang dari pekerjaan mereka?
Ø  Ia meminta orang-orang untuk mengurai secara rinci situasi dimana mereka merasa luar biasa baik / buruk mengenai pekerjaannya.
Ø  Dari respon yang dikatagorikan, Herzberg menyimpulkan bahwa jawaban yang diberikan orang ketika mereka merasa senang dalam bekerja, berbeda dengan jawaban ketika mereka merasa tidak senang dalam bekerja.
Ø  Menurut Herzberg, lawan kepuasan bukanlah ketidak puasan seperti yang diyakini orang selama ini. Tetapi lawan kepuasan adalah tidak ada kepuasan.
Ø  Menurut Herzberg factor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja terpisah dan berbeda dari factor-faktor yang menimbulkan ke tidak puasan kerja.
Ø  Factor-faktor Higiene, factor seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, penyeliaan, dan gaji, yang bila memadai dalam suatu pekerjaan, menentramkan pekerjaan, bila factor-faktor ini tidak memadai orang tidak akan terpuaskan dalam pekerjaannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About