Polemik antara Kemenpora dengan PSSI kembali menyeruak.
Seiring dengan putusan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, yang
merekomendasikan PSSi untuk aktif kembali, tentu menarik menunggu suara dari
pihak menpora sendiri.
Pada sidang PTUN, PSSI memenangkan gugatan pada putusan sela
saat itu. Hal ini juga membuat Tim Transisi menjadi tak aktif untuk sementara
waktu. Terkait hasil tersebut, Imam Nahrawi selaku Menpora angkat bicara.
"Ini menjadi tanda bahwa Wakil Presiden dan Presiden
serius kepada masa depan sepak bola nasional. Semua opsi masih kita dalami.
Opsi tak mengakui PSSI bukan putusan sebelah mata. Namun, harapan dari jutaan
pencinta sepak bola dalam negeri yang menginginkan perubahan," ungkap sang
menteri.
Menpora menyadari, tak mudah untuk membenahi kondisi sepak
bola dalam negeri. Dia mengungkapkan harapan utamanya dalam sepak bola
Indonesia. "Negara besar ini jelas ingin sepak bolanya berprestasi. Agar
kita bisa bersaing tak hanya di ASEAN atau Asia."
Menpora juga menjelaskan kembali tujuan tim transisi. Dia
mengaku tujuan utama adanya tim transisi agar ada yang mengawasi perjalanan
sepak bola lokal.
"PSSI tak boleh seenaknya. Tak boleh lagi tertutup
terhadap harapan publik akan sepak bola yang luar biasa besar itu," jelas
dia.
Keberadaan Tim Transisi memang tak sesuai dengan Statuta
FIFA. Namun, Menpora memiliki alasan yang kuat dan menganggap agar bisa berada
dalam hukum yang positif.
"Jika kondisi bola lokal stabil memang tak boleh tapi
ini darurat. Seluruh rakyat tahu ada yang salah dengan sepak bola Indonesia.
Masalah sepak bola kita pun sudah jelas. Keberadaan tim transisi adalah untuk
memonitor segala hal," ujarnya.
"Apakah sepak bola Indonesia sesuai harapan atau tidak.
Masihkah ada pengaturan skor, masihkah ada pelatih dan pemain yang diberi porsi
yang tak baik, dan tentu terakhir berharap prestasi yang baik. Masa Indonesia
kalah dengan Timor Leste, yang benar saja," tambah dia.
Imam mengaku masih mempelajari segala hal terkait revisi dan
putusan sidang perkara. SK mereka sementara ditunda.
"Salah satu perintah Wapres kepada PSSI adalah mencabut
gugatan di PTUN. Sesuatu yang juga kami tunggu. Statuta memungkinkan seluruh
federasi yang ada di belahan dunia manapun untuk menaati hukum positif. Semua
harus tunduk pada hukum positif yang ada di negeri ini," pungkas dia.
(RAP)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar